Selasa, 06 November 2012

fraktur klavikula dan humerus


BAB 1
PENDAHULUAN
FRAKTUR KLAVIKULA DAN FRAKTUR HUMERUS
1. 1 Latar Belakang
Tulang merupakan alat penopang dan sebagai pelindung pada tubuh. Tanpa tulang tubuh tidak akan tegak berdiri. Fungsi tulang dapat diklasifikasikan sebagai aspek mekanikal maupun aspek fisiologikal.
Dari aspek mekanikal, tulang membina rangka tubuh badan dan memberikan sokongan yang kokoh terhadap tubuh. Sedangkan dari dari aspek fisiologikal tulang melindungi organ-organ dalam seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Tulang juga menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma. Selain itu tulang sebagai tempat penyimpanan kalsium, fosfat, dan garam magnesium.
Namun karena tulang bersifat relatif rapuh, pada keadaan tertentu tulang dapat mengalami patah, sehingga menyebabkan gangguan fungsi tulang terutama pada pergerakan.
Fraktur : Adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, et al, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C. dalam buku Nursing Care Plans and Dokumentation menyebutkan bahwa Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Pernyataan ini sama yang diterangkan dalam buku Luckman and Sorensen’s Medical Surgical Nursing.
1.2 Tujuan penulisan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mempelajari dan melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi lahir dengan trauma lahir.masalah Fraktur klavikula dan Fraktur Humerus
1.2.2 Tujuan Khusus
  1. Mahasiswa mengetahui Defenisi Fraktur Klavikula dan Fraktur Humerus
  2. Mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan trauma kelahiran khususnya. Pada Fraktur Klavikula dan Humerus
  3. Mahasiswa mengetahui diagnosis dan penatalaksanaan pada masalah Fraktur Klavikula danHumerus
1.3. Batasan Masalah
Makalah ini di natasi pada masalah asuhan neonatus bayi baru lahir dengan trauma lahir yaitu Faktur Klavikula dan Fraktur Humerus.












BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Definisi fraktur
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C (1999) Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang dating lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang.
2.2 fraktur humerus
Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2004) Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung.
Fraktur humerus adalah Kelainan yang terjadi pada kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi puncak kepala atau letak sungsang dengan lengan membumbung ke atas. Pada keadaan ini biasanya sisi yang terkena tidak dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi tersebut menghilang.
Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini, jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total.

2.3 Klasifikasi fraktur humerus
Fraktur atau patah tulang humerus terbagi atas :
1.      Fraktur Suprakondilar humerus
Jenis fraktur ini dapat dibedakan menjadi :
Ø  Jenis ekstensi yang terjadi karena trauma langsung pada humerus distal melalui benturan pada siku dan lengan bawah pada posisi supinasidan lengan siku dalam posisi ekstensi dengan tangan terfikasi
Ø  Jenis fleksi pada anak biasanya terjadi akibat jatuh pada telapak tangan dengan tangan dan lengan bawah dalam posisi pronasi dan siku dalam posisi sedikit fleksi
2.      Fraktur interkondiler humerus
Fraktur yang sering terjadi pada anak adalah fraktur kondiler lateralis dan fraktur kondiler medialis humerus
3.      Fraktur batang humerus
Fraktur ini disebabkan oleh trauma langsung yang mengakibatkan fraktur spiral (fraktur yang arah garis patahnya berbentuk spiral yang disebabkan trauma rotasi)
4.      Fraktur kolum humerus
Fraktur ini dapat terjadi pada kolum antomikum (terletak di bawah kaput humeri) dan kolum sirurgikum (terletak di bawah tuberkulum)

2.4 Etimologi
Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini, jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. Fraktur menurut Strek,1999 terjadi paling sering sekunder akibat kesulitan pelahiran (misalnya makrosemia dan disproporsi sefalopelvik, serta malpresentasi).

2.5 Gejala
v  Berkurangnya gerakan tangan yang sakit
v  Refleks moro asimetris
v  Terabanya deformitas dan krepotasi di daerah fraktur disertai rasa sakit
v  Terjadinya tangisan bayi pada gerakan pasif
Letak fraktur umumnya di daerah diafisi. Diagnosa pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologik.



2.6 Gejala klinis
v  Diketahui beberapa hari kemudian dengan ditemukan adanya gerakan kaki yang berkurang dan asimetris.
v  Adanya gerakan asimetris serta ditemukannya deformitas dan krepitasi pada tulang femur.
v  Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan radiologik.

2.7 Penanganan
·         Imobilisasi lengan pada sisi bayi dengan siku fleksi 90 derajat selama 10 sampai 14 hari serta control nyeri
·         Daya penyembuhan fraktur tulang bagi yang berupa fraktur tulang tumpang tindih ringan dengan deformitas, umumnya akan baik.
·         Dalam masa pertumbuhan dan pembentukkan tulang pada bayi, maka tulang yang fraktur tersebut akan tumbuh dan akhirnya mempunyai bentuk panjang yang normal

2.8  Fraktur Tulang Klavikula
Fraktur tulang klavikula merupakan trauma lahir pada tulang yang tersering ditemukan dibandingkan dengan trauma tulang lainnya. Trauma ini ditemukan pada kelahiran letak kepala yang mengalami kesukaran pada waktu melahirkan bahu, atau sering pula ditemukan pada waktu melahirkan bahu atau sering juga terjadi pada lahir letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas.
Jenis fraktur pada trauma lahir ini umumnya jenis fraktur freenstick, walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi suatu fraktur total, fraktur ini ditemukan 1 – 2 minggu kemudian setelah teraba adanya pembentukan kalus



2.9 Gejala Klinis
Yang perlu diperhatikan terhadap kemungkinan adanya trauma lahir klavikula jenis greenstick adalah :
  1. Gerakan tangan kanan-kiri tidak sama
  2. Refleks moro asimotris
  3. Bayi menangis pada perabaan tulang klavikula
  4. Gerakan pasif tangan yang sakit disertai riwayat persalinan yang sukar.
2.10  Pengobatan trauma lahir fraktur tulang kavikula
  1. Imobilisasi lengan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pembentukan kalus.
  2. Lengan difiksasi pada tubuh anak dalam posisi abduksi 600 dan fleksi pergelangan siku 900.
  3. Umumnya dalam waktu 7 – 10 hari rasa sakit telah berkurang dan pembentukan kalus telah terjadi.










BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan dan Saran
3.1.1        Fraktur Klavikula
Dapat terjadi pada letak kepala anak besar atau bahu lebar atau letak sungsang dengan tangan menjungkit. Gejalanya di temui kelemahan pada bahu yang patah dan Refleks Morro. Diagnosis dengan palpasi dan foto rontgen. Pengonatan adalah reposisi abduksi 60˚, fleksi 90˚, dan imobilisasi. Patah tulang pada bayi cepat sembuh dalam 7-10 hari. (54-Perlukaan-Perlukaan Pada Bayi Baru Lahir 435)
3.1.2 Fraktur Humerus
Terjadi karena kesalahan melahirkan lengan, pada letak kepala maupun pada letak sungsang atau lintang. Dengan perawatan dan mobilisasi akan sembuh dalam 2-4 minggu. Diagnosis dan palpasi dan foto rontgen. (54- Perlukaan-Perlukaan Pada Bayi Baru Lahir 435)
3.2      Saran-saran
Dengan penulisan makalah ini penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca oleh karena itu harapan penulis kepada pembaca semua agar bersedia memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun/








DAFTAR PUSTAKA
    1. A.Aziz Alimul Hidayat 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologis. Jakarta : EGC.
    2. Liliy Yuliakhah,S.Si.T. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta EGC.
    3. Markum, A.H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
    4. Ratna Hidayati. Asuhan Keperawatan. Penerbit Salemba Medika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar