Selasa, 06 November 2012

cephalhematoma



BAB I
PENDAHULUAN
1.1          . Latar Belakang
Cefalhematoma biasanya disebabkan oleh cedera pada periosteum tengkorak selama persalianan dan kelahiran, meskipun dapat juga timbul tanpa trauma lahir. Sefalhematoma terjadi sangat lambat, sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Insidennya adalah 2,5 %. Perdarahan dapat terjadi di satu atau kedua tulang parietal. Tepi periosteum membedakan cefalhematum dari caput sucsedeneum. Caput terdiri atas pembengkaakan local kulit kepala akibat edema yang terletak di atas periosteum. Selain itu, sefalhematum mungkin timbul beberapa jam setelah lahir, sering tumbuh semakin besar dan lenyap hanya setelah beberapa minggu atau bulan.

I.2. Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan Cephalhematoma.

2.      Tujuan Khusus
a. Mengetahui pengertian cephalhematoma
b. Mengetahui faktor predisposisi cephalhematoma
c. Mengetahui tanda dan gejala cephalhematoma
d. Mengetahui pengkajian cephalhematoma
e. Mengetahui komplikasi cephalhematoma
f. Mengetahui Penatalaksanaan cephalhematoma






BAB II
PEMBAHASAN

2.1  .Definisi
   
    Cephal hematoma adalah perdarahan sub periosteal akibat kerusakan jaringan poriestum karena tarikan atau tekanan jalan lahir. Dan tidak pernah melampaui batas sutura garis tengah. Tulang tengkorak yang sering terkena adalah tulang temporal atau parietal ditemukan pada 0,5-2 % dari kelahiran hidup.
(Menurut P.Sarwono.2002. Pelayanan Kesehatan Matemal dan Neonatal ; Bagus Ida Gede Manuaba. 1998; Prawiraharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan).
Bidan perlu menjaga kebersihan kulit kepala bayi. Daerah bengkak tidak boleh dilakukan masase. Diperlukan tindakan berupa observasi keadaan bayi dan pembengkakkan. Cephalhematoma akan hilang dalam beberapa minggu/bulan ( 1-3 bulan). Pada bayi yang mengalami gangguan yang luas ini memerlukan pemantauan Hemoglobin ( HB ), Hematokrit (HMT),dan bilirubin. Pemeriksaan sinar X-ray dilakukan apabila dicurigai ada fraktur tulang tengkorak (5% dari seluruh kejadian cephalhematoma). Bidan perlu menasehati ibu untuk membawa bayinya kembali bila tampak kuning. Siapa saja dilarang untuk tidak sekali-kali mengaspirasi cephalhematoma,walaupun teraba fluktuasi.











Dibawah ini adalah Gambar bayi yang terkena cephalhematoma:




                   





2.2.            Patofisiologi
         
Cephal hematoma terjadi akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan poriosteum. Robeknya pembuluh darah ini dapat terjadi pada persalinan lama. Akibat pembuluh darah ini timbul timbunan darah di daerah sub periosteal yang dari luar terlihat benjolan.
Bagian kepala yang hematoma bisanya berwarna merah akibat adanya penumpukan daerah yang perdarahan sub periosteum.
( Menurut : FK. UNPAD. 1985. Obstetri Fisiologi Bandung ).

Berikut ini adalah  gejala Cephal hematoma:
1.       Adanya fluktuasi
2.      Adanya benjolan, biasanya baru tampak jelas setelah 2 jam setelah bayi lahir.
3.       Adanya chepal hematoma timbul di daerah tulang parietal
Berupa benjolan timbunan kalsium dan sisa jaringan fibrosa yang masih teraba. Sebagian benjolan keras sampai umur 1-2 tahun.
( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono.2002.Ilmu Kebidanan )
.




2.3             Tanda-tanda cephalhematoma dan komplikasi
1.      Baru tampak 6-8 jam setelah lahir, besar, hilang 16-22 jam atau beberapa minggu kemudian.
2.      Lunak, tetapi tidak leyok pada tekanan dan berfluktuasi.
3.      Pembengkakan terbatas.
4.      Tidak melewati sutura.
5.      Tempatnya tetap.
6.      Karena perdaraahan subperiosteum
Komplikasi
1.      Ikterus
2.       Anemia
3.      Infeksi
4.      Kalasifikasi mungkin bertahan selama > 1 tahun
Gejala yang mungkin terjadi yaitu anemia dan hiperbilirubinemia. Kadang-kadang disertai dengan fraktur tulang tengkorak dibawah nya atau perdarahan intra cranial.

2.4   Penatalaksanaan
     Cephal hematoma umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Biasanya akan mengalami resolusi khusus sendiri dalam 2-8 minggu tergantung dari besar kecilnya benjolan. Namun apabila dicurigai adanya fraktur, kelainan ini akan agak lama menghilang (1-3 bulan) dibutuhkan penatalaksanaan khusus antara lain :
1.      Menjaga kebersihan luka.
2.      Tidak boleh melakukan massase luka/benjolan Cephal hematoma
3.      Pemberian vitamin K.
Bayi dengan Cephal hematoma tidak boleh langsung disusui oleh ibunya karena Pergerakan dapat mengganggu pembuluh darah yang mulai pulih.














BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
          Cephalhaematoma merupkn perdarahan subperiesteum. Cephalhaematoma terjadi sangat lambat,sehingga tidak Nampak adanya edema dan eritema pada kulitkepala. Pada neonates dengan chepallhematoma tidak diperlukan pengobatan karena benjolan akan hilang dengan sendirinya beberap minggu atau bulan bila tidak ada komplikasi.


3.2 SARAN
1.      diharapkan pada tenaga kesehatan khususnya bidan agar selalu memantau keadaan pada bayi.
2.      Diharapkan pada bidan untuk benar-benar mengerti tentang penatalaksanaan pada setiap kelainan kepala yang mungkin terjadi pada neonates.
3.      Diharapkan kepada setiap orang tua untuk melakukan perawatan bayinya secara rutin dirumah guna mencegah kemungkinan terjadinyainfeksi dan iritasi.








DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Vivian lanny lia. 2010 . asuhan neonatus bayi dan anak balita.
Jakarta: salemba medika
Prawirohardjo, sarwono. 2002 . ilmu kebidanan. Jakarta:  yayasan bina pustaka sarwono prawihardjo
Saifuddin, majang  2001, ilmu kebidanan : patologi dan fisiologi persalinan. Jakarta : yayasan esentia medica
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar