Selasa, 06 November 2012

bercak mongol


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang paling kritis. Makadari itu diperlukan pemantauan pada bayi baru lahir. Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
Dengan pemantauan neonatal dan bayi, kita dapat segera mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada bayi sedini mungkin. Contoh masalah pada bayi yang sering kita temui yaitu bercak Mongol, Hemangioma, muntah dan gumoh. Jika salah satu dari masalah tersebut tidak segera diatasi maka bisa menyebabkan masalah atau komplikasi lainnya. Namun, tak semua masalah tersebut harus mendapat penanganan khusus karena bisa membuat dampak negative pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ada masalah yang seharusnya dibiarkan saja karena masalah tersebut bisa menghilang dengan sendirinya.
Oleh karena ibu dalam makalah ini akan membahas Bercak Mongol serta penanganan yang sesuai agar tidak menimbulkan dampak lainnya. Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang masalah pada bayi.
Tanda lahir atau naevus adalah tanda berwarna yang ditemukan pada kulit bayi yang baru lahir. Tanda ini bisa terjadi dalam berbagai warna seperti biru, biru-abu-abu, cokelat, cokelat, hitam, pink, putih, merah dan ungu. Defenisi medis menyebutkan bahwa tanda lahir merupakan kelainan kulit pada anak baru lahir (neonatus) dimana satu atau lebih komponen normal kulit dijumpai dalam jumlah berlebih per unit area ; dapat berupa pembuluh darah, pembuluh limfa, sel pigmen, folikel rambut, kelenjar keringat, epidermis, kolagen, elastin atau komponen kulit lainnya.
Disamping itu, istilah nevus yang sering disamakan dengan tahi lalat juga sering digolongkan sebagai tanda lahir. Kata yang berasal dari kata Latin ‘naevus’ memang berarti tanda dari ibu. Kasusnya sangat sering dijumpai dan sangat umum, bahkan sebuah survei menyebutkan angka insidensnya mencapai 99% pada neonatus. Mereka membagi tanda lahir ini atas pembagian yang berbeda-beda, namun berdasarkan jenisnya ada banyak yang sering dijumpai, antara lain yang disebut Mongolian spots yang sering dijumpai pada bayi Asia dan kulit hitam, salmon patch, port-wine stain, strawberry marks, nevus sebaseus, bercak café au lait dll.
Penyebab tanda lahir belum terbukti oleh ilmu pengetahuan. Banyak ahli berpendapat bahwa tanda lahir diwarisi dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Alasan lain yang diberikan adalah karena pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan. Tetapi ada juga tentang cerita rakyat dan mitos yang terkait dengan tanda lahir tetapi tidak satupun dari mereka telah terbukti untuk menjelaskan penyebab tanda lahir. Beberapa mitos yang tanda lahir disebabkan ketika wanita hamil melihat sesuatu yang aneh atau dia mengalami banyak ketakutan. Terjadinya tanda lahir lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki.
Secara lebih besar, penggolongan lain menggolongkannya dalam tanda lahir sel pigmen dimana pigmen lebih berperan, tanda lahir epidermal, tanda lahir jaringan ikat, saluran limfa serta tanda lahir vaskuler. Prognosisnya sendiri juga bermacam-macam, ada yang menetap secara permanen, ada yang bisa menghilang spontan atau malah ada yang berhubungan dengan kelainan organ atau sistem tubuh. Karena itu tak semua tanda lahir pada hakikatnya harus dibiarkan saja, melainkan harus mendapat penatalaksanaan yang benar berdasarkan jenisnya serta berdasarkan pertimbangan estetis, fungsional serta psikologis.
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Umum :
Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada neonatus bayi dan balita dengan masalah yang lazim terjadi.
1.2.2 Tujuan Khusus :
  1. Mahasiswa diharapakan memahami pengertian dari bercak mongol sehingga mampu membedakan dengan tanda lahir yang lain
  2. Mahasiswa diharapakan dapat menguasai dan memahami penyebab dari adanya bercak mongol pada neonatus bayi dan balita sehingga tidak akan salah pada saat memberikan asuhan pada orang tua yang memiliki bayi yang mempunyai becak mongol
  3. Mahasiswa diharapakan dapat mengetahui tanda dan gejala bercak mongol sehingga dapat membedakan tanda lahir yang termasuk tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna)
  4. Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan asuhan bercak mongol  pada neonatus bayi dan balita
1.3 Metode Penulisan :
Kami mempergunakan metode kepustakaan. Cara-cara yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah :
  • Studi pustaka
  • Dalam metode ini kami membaca buku-buku dan mencari sumber-sumber di internet yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.


















BAB II
PEMBAHASAN


2.1    Definisi
            Bercak mongol adalah bercak berwarna biru yang biasanya terlihat di bagian sakral, walaupun kadang terlihat di bagian tubuh yang lain. Bercak mongol biasanya terjadi pada anak-anak yang dilahirkan oleh orang tua Asia dan Afrika, terkadang juga pada anak-anak dengan orang tua Mediterania (Mayes Midwifery Textbook).
            Bercak mongol ini pertama kali ditemukan oleh EDWIN B BACELZ pada tahun1901, ketika ia mendapatkan kasus seorang bayi jepang dengan bercak kebiru-biruan pada daerah pantat.bukan hanya orang jepang saja tapi bercak mongol ini ditemukan pada orang asia,yang ras atau keturunan mongol.jadi termasuk juga orang Indonesia,bukan hanya orang Mongol.
            Nama ini sampai sekarang masih dipakai untuk menghormati sang penemu.meskipun banyak ahli mendapatkan bahwa kelainan ini bukan hanya pada mongol saja.
            Sementara itu, menurut Mary Hilton dalam bukunya Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas, bintik mongol adalah daerah pigmentasi biru kehitaman yang dapat terlihat pada semua permukaan tubuh termasuk pada ekstremitas. Bercak ini lebih sering terlihat di punggung dan bokong. Daerah pigmentasi ini terlihat pada bayi yang berasal dari Mediterania, Amerika Latin, Asia, Afrika, atau beberapa wilayah lain di dunia. Bercak-bercak ini lebih sering terlihat pada individu berkulit gelap tanpa memperhatikan kebangsaannya. Bercak ini secara bertahap akan  lenyap dengan sendirinya dalam hitungan bulan atau tahun.










GAMBAR

                        
      

2.2.     Etiologi
Bercak mongol adalah bawaan sejak lahir, warna khas dari bercak mongol ditimbulkan oleh adanya melanosit yang mengandung melanin pada dermis yang terhambat selama proses migrasi dari krista neuralis ke epidermis. Lebih dari 80% bayi berkulit hitam, orang timur dan India timur memiliki lesi ini. Sementara angka kejadian pada bayi yang kulit putih kurang dari 10%. Lesi-lesi yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat yang tidak biasa cenderung tidak menghilang.
Hampir 90% bayi dengan kulit berwarna atau kulit Asia (timur) lahir dengan bercak ini, namun pada bayi kaum Asia hanya 5%. Lesi ini biasanya berisi sel melanosit yang terletak di lapisan dermis sebelah dalam atau di sekitar folikel rambut yang terkadang tersebar simetris, tetapi dapat juga unilateral. Bercak ini hanya merupakan lesi jinak dan tidak berhubungan dengan kelainan-kelainan sistemik.
Bercak ini akan hilang dengan sendirinya pada tahun pertama dan kedua kehidupannya. Bidan harus dapat memberikan konseling pada orang tua bahwa bercak mongol tersebut wajar dan akan hilang sendiri tanpa pengobatan, sehingga orang tua tidak perlu khawatir terhadap keadaan bayinya.
        Bercak Mongolian sering ditemukan pada daerah punggung dan pantat/pangkal paha bagian atas bayi-bayi kulit hitam (80-90%),bayi asia /oriental (75%) dan bayi kulit putih (10%).meskipun namanya bercak Mongolian ,namun tidak ada korealsi secara antropologis. Bercak ini sebagian besar cenderung menghilang dan tertutup oleh pigmentasi normal dalam usia 1 tahun pertama,sebagian dalam usia 3-5 tahun.
        Pigmen melanin yang terdapat pada bercak ini terletak didalam melanosit yang berbentuk fusifrm,dopa positif dan dijumpai pada dermis bagian tengah middermi).
    Bercak mongol ini kebannyakan timbul beragam pada daerah presakral,tetapi dapat ditemukan pada paha  bagian posterior,tungkai,punggung,dan bahu..

2.3     Tanda dan Gejala
Tanda lahir ini biasanya berwarna cokelat tua, abu-abu batu, atau biru kehitaman. Terkadang bintik mongol ini terlihat seperti memar. Biasanya timul pada bagian punggung bawah dan bokong tetapi sering juga ditemukan pada kaki, punggung, pinggang, dan pundak. Bercak mongol juga memiliki ukuran yang bervariasi, dari sebesar penitinsampai berdiameter enam inchi.


Tanda dan gejala:
   a.bercak kebiru-biruan,kehitaman atau kecoklatan yang lebar,
   b.biasanya timbul didaerah bokong.tempat timbul lainnya yaitu pada daerah pipi dan mata.
   c.bercak ini timbul pada kehamilan 38 minggu.   
   d.bercak ini akan menghilang setelah beberapa bulan  atau sekitar satu tahun.

Seorang anak bisa memiliki satu atau beberapa bercak mongol. Biasanya bercak mongol ini terlihat sebagai
a.       Luka seperti pewarnaan
b.      Daerah pigmentasi dengan tekstur kulit yang normal
c.       Area datar dengan bentuk yang tidak teratur
d.      Bercak yang biasanya akan hilang dalam hitungan bulan atau tahun
e.       Tidak ada komplikasi yang ditimbulkan

2.4    Penatalaksanaan
Bercak mongol biasanya menghilang di tahun pertama, atau pada 1-4 tahun pertama sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, bercak mongol multiple yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat biasa, cenderung tidak akan hilang dan menetap sampai dewasa.
Sumber lain mengatakan bahwa bercak mongol ini mulai pudar pada usia 2 tahun pertama dan menghilang antara usia 7-13 tahun. Terkadang juga menhilang setelah dewasa. Sebagian kecil seiktar 5% anak yang lahir dengan bercak mongol masih memiliki bercak mongol hingga mereka dewasa. Bercak mongol ini biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan ataupun pencegahan khusus.
Nevus ota (daerah zigomatikus) dan nervus ito (daerah sklera atau fundus mata atau daerah delto trapezius) biasanya menetap, tidak perlu diberikan pengobatan. Namun, bila penderita telah dewasa, pengobatan dapat dilakukan dengan alasan estetik. Akhir-akhir ini dianjurkan pengobatan dengan sinar laser.
Penatalaksanaan yang bisa dilakukan oleh bidan dalam hal ini adalah dengan memberikan konseling pada orang tua bayi. Bidan menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan bintik mongol, menjelasakan bahwa bintik mongol ini akan menhilang dalam hitungan bulan atau tahun dan tidak berbahaya serta tidak memerlukan penanganan khusus sehingga orang tua bayi tidak merasa cemas.
            Kelainan ini dijumpai sejak lahir berupa bercak kebiru-biruan atau coklat keabu-abuan pada daerah lombosakral bagian sentral mooraka mendapatkan bahwa ukuran  bercak mongol mencapai pada usia 2 tahun,sedangkan intensitas warna maksimal pada umur 1 tahun.noda yang tampak nyeri ini , juga serung terdapat pada bayi keturunan mediterania,tapi jarang terjadi pada bayi berambut pirang dan bermata biru.meski sering kali tampak pada saat lahir dan hilang dalam tahun pertama, tapi kadang-kadang tak muncul sampai beberapa waktu setelah lahir atau bertahan hingga dewasa.
            Ukuran lesi bervariasi dari beberapa  millimeter sampai sentimeter.lesi dapat soliter maupun multiple.
Pada kebanyakan kasus dapat mengalami regresi spontan namun ada juga yang persisten.     
            Dapat soliter maupun multiple dan sering kali melibatkan daerah yang luas.lebih dari 80% dari bayi Indian timur memiliki lesi ini,sementara insiden pada bayi kulit putih kurang  dari 10%.corak aneh dari macula ini disebabkan oleh lokasidermal melanin berisi melanosit yang diperkirakan terperangkap saat migrasinya dari celah neural ke epidermis.
            Bintik mongol sering kali mengilang dalam beberapa minggu pertama kehidupan tetapi kadang-kadang menetap. Degenerasi maglina tidak pernah terjadi . lesi multiple yang tersebar  luas,terutama pada tempat-tempat yang jarang terkena,sering kali tidak menghilang.penampilan khas dan mulainya secara congenital membedakan bintik ini dengan memar karena penganiyaan.
            Untuk mengatasi bercak mongol ini ,tidak memerlukan obat-obatan , namun bila penderita telah dewasa, pengobatan dapat dilakukan dengan alas an estetik , antara lain dengan penggunaan sinar leser.

          Banyak bentuk berbeda dari lesi yang dapat diuraikan,antara lain yaitu:
1.lesi primer
Ø  macula
hal ini merupakan perubahan warna kulit.mereka bervariasi dalam ukuran , bentuk dan tampak sebagai pewarnaan pada kulit.
Macula dibentuk dari:
1.      deposit pigmen dalam kuliit,misalnya frekles.
2.      keluarnya darah kedalam kulit,misalnya petekie.
3.      diltasi permanent dari pembuluh darah kapiler,misalnya nevi.
4.      dilatasi sementara dari pembuluh darah kapiler,misalnya eritma.

Ø  Papula
Terdapat evalasi yang dapat diraba dari kulit yang bervariasi diameternya dari sekitar 1 sampai 5 mm.permukaan dapat tajam ,bulat atau datar . mereka terletak superfisisal dan dibentuk dari proliferassi sel atau eksuidasi cairan kedalam kulit.

Ø  Nodul
Ini serupa dengan papula tetapi terletak lebih dalam.mereka bervariasi dalam ukuran dan biasanya lebih besar dibandingkan dengan papula.
Contoh  nodul subkutan adalah nodul rematisme akut.

Ø  Vesikel
Vesikel merupakan lepuh kecil yang di bentuk dengan akumulasi cairan dalm epidermis;mereka biasanya diisi dengan cairan serosa dan ditemukan pada anak-anak yang menderita eksema.

Ø  Bula atau pustula
Bula merupakan vesikel besar yang mengandung serum ,pus, atau darah.
Mereka ditemukan misalnya pada pemfigus neonaturum.

Ø  Gelegata
Gelegata merupakan elevasi sementar kulit yang disebbakan oleh edema dermis dan dilatasi kapiler sekitar nya.biasanya berkaitan dengan respin alergi terhadap bahan asing.

2.lesi sekunder
Ø  Skuama
Skuama merupakan lapisan tanduk dari epidermis mati yang menumpuk pada kulit yang dapat berkembanag sebagai akibat perubahan infalasi.keadaan ini ditemukan pada psoariaris.

Ø  Krusta
Ini terbentuk dari serum,darah atau nanah yang mongering dalam kulit.masing-masing dikenal dengan warna:
a.merah kehitaman (krusta darah)
b.kuning kehijauan (krusta nanah)
c.berwarna madu (krusta serum)
Ø  Fisura
Ini merupakan retakan kecil yang meluas melalui epidermis dan memaparkan dermis.meraka dapat terjadi pada kulit kering dan pada infalamasi kronik.

Ø  Ulkus
Ulkus merupakan lesi yang terbentuk oleh kerusakan local dari seluruh epidermis dan sebagian dari seluruh korium dibawahnya.

        Kikuchi (1982) membagikan becak mongol menjadi 3 tipe:
1.      tipe biasa(common type) yang mengalami regresi normal
2.      tipe ekstensi(ekstensi type) yang mengalami regresi sangat lambat
3.      tipe persisten.
     
2.5    Perbedaan umum antara Bercak mongol dan tanda kulit yang lain
Bercak Mongol
Tanda Kulit yang lain
  1. 1. Dilihat dari warnanya
Bercak mongol memiliki warna kebiru-biruan
  1. 2. Dilihat dari daerah pigmentasi
Daerah pigmentasi memiliki tekstur kulit yang normal.
  1. 3. Dilihat dari areanya
Dari areanya tersering di daerah belakang (lumbal sacral) karena banyak nya sel melanosit yang tertangkap pada bagian belakang yang menyebabkan bercak pada bayi yang sering dikenal dengan bercak mongol.
  1. 4. Dilihat dari nyeri
Tidak menyebabkan nyeri
  1. 5. Biasanya akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun.
  2. 6. Tidak ada komplikasi yang ditimbulkan.
  3. 7. Dihasilkan dari sel melanosit
  1. 1. Dilihat dari warnanya
Tanda kulit lain (Nevus pigmentosus) adalah berwarna coklat kehitaman
  1. 2. Dilihat dari daerah pigmentasi
Daerah pigmentasi memiliki tekstur yang mengalami perubahan permukaan. Tidak normal karena dapat mengalami penebalan  namun tidak terlalu berarti (Nevus pigmentosus)
  1. 3. Dilihat dari areanya
Dari areanya sering pada telapak tangan, telapak kaki dan genitalia (junction nevi)
Terdapat pada wajah (compound nevi)
Terdapat di leher dan kepala (Intradermal demi)
  1. 4. Dilihat dari nyeri
Bisa menyebabkan nyeri dan tanda-tanda inflamasi (nevus pigmentosus yang bisa menjadi berbahaya )
  1. 5. Biasanya menetap (nevus ota dan nevus ito)
  2. Dapat menyebabkan degenerasi maligna, nevus pigmentosus pada usia 35 tahun.
Tranformasi maligna ditandai dengan adanya:
-          Pembesaran
-          Perubahan warna
-          Terjadinya penebalan yang berlebihan
-          Adanya nyeri
-          Adanya tanda-tanda inflamasi
  1. 7. Dihasilkan dari sel nevus




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bercak mongol adalah terperangkapnya sel melanosit (pigmen) di bagian belakang tubuh bayi pada saat pembentukan sistem saraf. Bercak Mongol adalah bercak berwarna biru yang biasanya terlihat di bagian atau daerah sacral, kadang terlihat di bagian tubuh yang lain. Tanda lahir yang tergolong normal dan tidak berbahaya ini dialami hampir semua bayi, terutama anak Asia Timur. Biasanya terjadi pada anak – anak yang dilahirkan oleh orang tua Asia dan Afrika kadang juga terjadi pada anak – anak dengan orang tua mediterania.
Bercak – bercak ini sering terlihat pada individu berkulit lebih gelap tanpa memperhatikan kebangsaanya. Bercak ini secara bertahap akan lenyap dengan sendirinya dalam hitungan bulan atau tahun. Bercak mongol seperti terlihat bercak rata berwarna biru, biru hitam atau abu-abu dengan batas tegas, bias berukuran sangat besar dan mirip dengan tanda lebam. Bercak mongol tidak berhubungan dengan memar atau kondisi medis lainnya bercak mongol tidak menjurus pada kanker.
B.     Saran
Bila terdapat bercak mongol ibu maupun bayi sebaiknya percaya diri karena bercak mongol adalah.bawaan sejak lahir, warnanya khas dari bercak mongol di timbulkan oleh adanya melanosit yang mengandung melanin pada dermis yang terhambat selama proses migrasi dari Krista nuralis ke epidermis




DAFTAR PUSTAKA

Yeyeh Ai, SSiT.2010.Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta : CV. Trans Info Medika
Dewi Vivian Nanny Lia, SST.2010. Asuhan Neonatus bayi dan Balita. Jakarta: Salemba Medika
http://novimpihalimi.blog.com/2011/04/20/bercak-mongol/
http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2009/11/tanda-lahir-pada-bayi/1309

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar