Rabu, 28 Mei 2014

Istilah dalam Kebidanan

1.        Menarce adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10 – 16 tahun atau pada masa awal remaja
2.        Menorrhagia  adalah  perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 80ml/hari) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu haid
3.        Metrorrhagia  adalah  suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit
4.        Vaginitis adalah  adanya radang pada introitus vagina yang ditandai dengan leukore, rasa gatal, merah dan bengkak
5.        Mastalgia  adalah  rasa nyeri dan pembesaran mamma yang merupakan gejala sebelum tiba
6.        Oligomenorea  adalah  Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama
7.        Amenorea  adalah keadaaan tidak terjadinya haid pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause
8.        Polimenorea  adalah siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari) dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya
9.        Dysmenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi
10.    Mittelschmerz adalah rasa nyeri antara haid terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid atau pada masa ovulasi
11.    Klitorimegali adalah gejala interseksualitas, karena klitoris membesar sehingga menyerupai penis
12.    Slinger pain adalah nyeri goyang serviks, palpasi perut terasa tegang dan pemeriksaan dalam sangat nyeri, terutama bila porsio digerakkan akan terasa nyeri
13.    Chadwick sign  adalah hipervaskularisasi yang menyebabkan perubahan warna servik, vagina dan vulva yang kebiruan warna pada 6-8 minggu
14.    Pap’s test  adalah pap’s smear, pemeriksaan sitologik epitel porsio serviks uteri untuk deteksi dini adanya kelainan praganas pada porsio serviks uteri pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop
15.    IVA adalah inspeksi visual dengan asam acetat, metode untuk mendeteksi dini kanker leher rahim yang murah meriah menggunakan asam asetat 3-5% dan tergolong sederhana serta memiliki keakuratan 90%
16.    Kolposkopi adalah pemeriksaan permukaan epitel serviks dan vagina dengan menggunakan alat mikroskop berkekuatan lemah dan cahaya yang sangat terang, alat tersebut dinamakan kolposkop
17.    Histeroskopi adalah endoskopi untuk memeriksa rongga uterus seperti kanalis servikalis, kavum uteri serta ostium tuba uteri kiri dan kanan
18.    Laparoskopi adalah suatu instrumen untuk melihat rongga peritoneum
19.    Ligasi tuba adalah sterilisasi permanen dengan pembedahan yang memotong dan mengikat atau penyumbatan tuba (saluran telur dari ovarium ke rahim)
20.    Hidrotubasi adalah salin sonografi, suatu tindakan medis menggunakan alat khusus yang bertujuan untuk memasukkan obat langsung ke rongga rahim dan saluran telur yang diperkirakan mengalami gangguan akibat infeksi atau peradangan, dengan tindakan tersebut diharapkan gangguan pada saluran telur dapat teratasi
21.    Histerosalfingografi adalah pemeriksaan untuk mengetahui bentuk dari kavum uteri, bentuk dari liang tuba dan kalau ada sumbatan, tempat sumbatan tampak jelas
22.    Deteksi ovulasi adalah bagian integral pemeriksaan infertilitas karena kehamilan tidak mungkin terjadi tanpa ovulasi
23.    Ovulasi adalah proses pecahnya folikel de Graaf disertai suhu basal yang meningkat 0,5OC per rektal dan disertai lendir serviks, terlepasnya sel telur masak dari folikel, biasanya terjadi antara hari ke-9 dengan ke-17 sesudah permulaan haid
24.    Uji muscus serviks adalah metoda berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi serviks dengan siklus ovarium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah serviks dalam menerima sperma
25.    Uji paska senggama adalah Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks ( 6 jam pasca coital ).
26.    Dyspareunia adalah  nyeri pada waktu berhubungan seksual yang disebabkan oleh kelainan organik atau faktor psikologi
27.    Douglas punksi adalah membuat lubang menembus forniks posterior vagina sampai menembus ke kavum douglas
28.    Ovum pick-up adalah panen (pengambilan) folikel yang matang yang diharapkan  terdapat sel telur (ovum) pada folikel tersebut setelah dilakukan proses sebelumnya sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya sel telur sesudah dilakukan pengambilan dan pemrosesan dilabarotorium (invitro)
29.    Marsupialisasi adalah pilihan terapi apabila setelah penggunaan kateter word terjadi rekurensi atau tidak ada kateter word
30.    Swab vagina adalah pemakaian segumpal kapas untuk mengangkat cairan vagina kemudian diusapkan pada kaca objek untuk diperiksa secara mikroskopis
31.    Leukorea adalah keputihan. Rabas berbau dan berwarna putih; nama gejala yang diberikan pada cairan yang dikeluarkan dari alat genital yang tidak berupa darah
32.    Hymenoplasty adalah operasi memperbaiki himen
33.    Vaginoplasty adalah operasi plastik untuk memperbaiki bentuk atau vagina
34.    Kolforafi adalah tindakan penjahitan liang senggama melalui pembedahan, tindakan mengangkat sebagian besar selaput lendir dinding vagina, kemudian pinggir-pinggir luka operasi ditautkan, dilakukan apabila rahim atau vagina turun
35.    Histerektomi adalah pengeluaran isi rahim melalui pembedahan
36.    Salfingektomi adalah eksisi tuba uterina
37.    Ooforektomi adalah mengeluarkan indung telur melalui pembedahan atau tindakan menghancurkan indung telur
38.    Ovarian reserve  adalah cadangan sel telur pada ovarium
39.    FSH (Follicle Stimulating Hormone) adalah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis untuk merangsang pertumbuhan folikel di ovarium, merupakan glikoprotein dengan berat molekul 34.000 delton dan terdiri dari rantai alfa 92 asam amino, sedangkan rantai beta 118 asam amino
40.    LH (Luteinezing Hormon) adalah glikoprotein dengan berat molekul 28.000 delton dan terdiri pula dari dua lantai
41.    Estradiol  adalah  estrongen yang paling kuat pada manusia
42.    Galaktorea  adalah   keluarnya air susu ibu spontan dan banyak, diluar masa laktasi, waktu hamil atau tidak hamil
43.    Hirsutisme  adalah  keadaan dengan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada kulit di tempat biasa seperti kepala dan ekstremitas
44.    Molimina mensrualia  adalah  sakit perut bawah pada saat haid
45.    Hematokolpos  adalah  timbunan darah haid dalam vagina karena himen tertutup; pengumpulan darah atau getah menstruasi didalam vagina terjadi apabila liang senggama tertutup selaput darah (hymen) yang belum tembus, tidak berlubang atau tertutup oleh parut luka
46.    Hematometra  adalah  timbunan darah haid dalam vagina karena himen tertutup, genangan darah atau getah menstruasi dalam rongga rahim karena terhalang keluar melalui leher dan mulut rahim
47.    Pyosalphinx  adalah  timbunan nanah pada tuba falopii
48.    Kryptomenorea  adalah darah haid tidak dapat keluar karena tertutupnya traktus genetalis

 Refrensi:
Maimunah Siti (2002). Kamus Istilah Kebidanan. Jakarta : Buku kedokteran ECG
Widyastuti Yani dkk (2009). Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Fitramaya

Jumat, 21 Maret 2014

Standar Pelayanan Ante Natal Care ( ANC ) 14T


Pelayanan/Asuhan Standar vMinimal Asuhan Kehamilan termasuk dalam "14T"
1)    Ukur Berat badan dan Tinggi Badan ( T1 ). Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelu hamil dihitung dari TM I sampai TM III yang berkisar anatar 9-13,9 kg dan kenaikan berat badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 - 0,5 kg tiap minggu mulai TM II. Pengukuran tinggi badan ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi faktor resiko terhadap kehamilan yang sering berhubungan dengan keadaan rongga panggul.
2)    Ukur Tekanan Darah ( T2). Tekanan darah yang normal 110/80 - 140/90 mmHg, bila melebihi 140/90 mmHg perlu diwaspadai adanya Preeklampsi.
3)    Ukur Tinggi Fundus Uteri ( T3 ) Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc. Donald adalah menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu dan hasilnya bisa di bandingkan dengan hasil anamnesis hari pertama haid terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan. TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu yang dicantumkan dalam HPHT.

Ukuran Fundus Uteri sesuai Usia Kehamilan
Usia Kehamilan sesuai minggu
Jarak dari simfisis
22 – 28 Minggu
24-25 cm
28  Minggu
26,7 cm
30 Minggu
29,5 – 30 cm
32 Minggu
31 cm
34 Minggu
32 cm
36 Minggu
33 cm
40 Minggu
37,7 cm

 4)   Pemberian Tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan ( T4 )
 5)   Pemberian Imunisasi TT ( T5 ) Imunisasi Tetanus Toxoid harus segera di berikan pada saat seorang wanita hamil melakukan kunjungan yang pertama dan dilakukan pada minggu ke-4.
        
Interval dan Lama Perlindungan Tetanus Toxoid
Imunisasi TT
Selang Waktu minimal pemberian Imunisasi TT
Lama Perlindungan
TT1
-
Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus
TT2
1 bulan setelah TT1
3 Tahun
TT3
6 bulan setelah TT2
6 Tahun
TT4
12 Bulan setelah TT3
10 Tahun
TT5
12 Bulan setelah TT4
≥25 Tahun

6)    Pemeriksaan Hb ( T6 ) Pemeriksaan Hb pada Bumil harus dilakukan pada kunjungan pertama dan minggu ke 28. bila kadar Hb < 11 gr% Bumil dinyatakan Anemia, maka harus diberi suplemen 60 mg Fe dan 0,5 mg As. Folat hingga Hb menjadi 11 gr% atau lebih.
7)    Pemeriksaan VDRL ( Veneral Disease Research Lab. ) ( T7 )pemeriksaan dilakukan pada saat Bumil datang pertama kali daambil spesimen darah vena kurang lebih 2 cc. apabila hasil test positif maka dilakukan pengobatan dan rujukan..
8)    Pemeriksaan Protein urine ( T8 ) dilakukan untuk mengetahui apakah pada urine mengandung protein atau tidak untuk mendeteksi gejala Preeklampsi.
9)    Pemeriksaan Urine Reduksi ( T9 )  untuk Bumil dengan riwayat DM. bila hasil positif maka perlu diikuti pemeriksaan gula darah untuk memastikan adanya DMG.
10)  Perawatan Payudara ( T10 ) senam payudara atau perawatan payudara untuk Bumil, dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi dimulai pada usia kehamilan 6 Minggu.
11)  Senam Hamil ( T11 )
12)  Pemberian Obat Malaria ( T12 ) diberikan kepada Bumil pendatang dari daerah malaria juga kepada bumil dengan gejala malaria yakni panas tinggi disertai mengigil dan hasil apusan darah yang positif.
13)   Pemberian Kapsul Minyak Yodium ( T13 ) diberikan pada kasus gangguan akibat kekurangan Yodium di daerah endemis yang dapat berefek buruk terhadap Tumbuh kembang Manusia.
14)   Temu wicara / Konseling ( T14 )

Terimakasih dan semoga bermanfaat....