Kamis, 12 Juli 2012

PASSION, LOVE AND SEXUAL BEHAVIOR




HUMAN SEXUAL ARROUSAL (GAIRAH SEKSUAL PADA MANUSIA)
·         Komponen biologis
Master dan Johnson mengatakan bahwa perilaku seksual pada manusia terdiri dari dua tahap, yaitu tahap yang tidak dapat dirasakan, lalu diikuti oleh tahap yang dapat dirasakan. Seseorang tertarik pada lawan jenisnya dikarenakan oleh isyarat visual, auditory, olfactory (penciuman) atau bahkan kognitif. Contohnya, seorang wanita tertarik dengan pria karena bentuk tubuhnya, pakaiannya, caranya tersenyum, kualitas suaranya, baunya, atau apa yang dikatakannya. Jika seorang wanita sudah tertarik dengan pria, ia akan senang menghabiskan waktunya untuk berdekatan dengan pria tersebut, misalnya dengan nonton film, makan malam bersama, berjalan-jalan, dll. Jika keduanya merasa puas dengan tahap pertama tersebut, mereka akan meneruskan pada tahap selanjutnya yang meliputi perangsangan yang dapat dirasakan. Biasanya dimulai dengan berpegangan tangan, beralih ke petting, lalu bisa jadi diteruskan ke intercourse.
-          Respon seksual pada wanita
Respon seksual secara fisiologis dan psikologis pada wanita dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :
1.       tahap excitement (perangsangan)
2.       tahap plateau
3.       tahap orgasm
4.       tahap resolution
-          Respon seksual pada wanita melibatkan perubahan fisiologis yang terjadi pada :
1.       diluar area genital
2.       klitoris
Klitoris tidak memiliki peranan pada reproduksi, namun ia berperan dalam memberikan kenikmatan dan biasanya terlibat dalam orgasme. Ia berfungsi untuk menerima dan merubah informasi sensual. Klitoris bisa disamakan dengan penis.
3.       vagina
-          Respon seksual pada pria
Walaupun penis dan klitoris sama-sama berfungsi dalam sistem reseptor pada rangsangan/stimulasi sensual, namun ia juga  mempunyai peranan mendasar pada reproduksi. Ia mempunyai peranan dalam merangsang wanita.
Tanda pertama bangkitnya gairah seksual pada pria adalah penile erection. Jika rangsangan diteruskan, penis akan mengalami ejakulasi.



·         Komponen yang dipelajari
-          Gairah seksual dapat dibangkitkan dengan gambar lawan jenis yang telanjang, gambar yang menunjukkan dua orang yang sedang melakukan aktivitas seksual, deskripsi verbal tentang aktivitas  seksual. Pada fenomena ini, kemampuan untuk berfantasi memegang peranan penting.
-          Gagnon berpendapat bahwa perilaku seksual pada manusia sebagian besar dihasilkan oleh Sexual Script (mental representation atau skemata yang membantu individu dalam melewati episode seksual). Sexual Script dapat disamakan dengan skrip film dimana setiap aktor memiliki motivasi dan perasaan. Sexual Script dikembangkan melalui masturbasi, koordinasi pria dan wanita atau integrasi aktivitas dan perasaan seksual mereka dengan peran gendernya. Dengan cara tersebut, mereka mengembangkan sexual script yang mengajarkan pada mereka tentang respon-respon yang dikeluarkan saat melakukan aktivitas seksual dengan orang lain. Sexual Script dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan nilai yang dianut.
-          Kenikmatan seksual merupakan hasil interaksi antara komponen biologi (sensori) dan faktor yang dipelajari (imajinasi, fantasi dan script).
-          Teori belajar mengemukakan bahwa perbedaan dalam bangkitnya gairah seksual berhubungan dengan fokus yang dimiliki individu. Wanita lebih terfokus pada diberikannya stimulasi oleh pria daripada penetrasi. Wanita merasakan perasaan sangat bergairah saat ditimulasi oleh pria. Di sisi lain, Pria mengososiasikan orgasme dengan penetrasi.

·         Komponen kognitif
-          Pada jaman yang masih konservatif, seks adalah hal yang masih tabu. Namun saat jaman sudah liberal, pasangan melakukan hubungan seksual lebih awal dan lebih sering. Sikap mereka terhadap seks menjadi lebih terbuka. 
-          Para pria dan wanita mempunyai kepercayaan bahwa dorongan seksual pada pria lebih besar daripada wanita. Akibatnya, pria lebih menikmati seks dibandingkan wanita.
-          Perbedaan yang kuat antara pria dan wanita adalah makna seks yang melekat pada mereka. Wanita menghubungkan seks dengan afeksi dan kedekatan, sedangkan pria mengartikan seks sebagai achievement, petualangan, sarana menunjukkan kontrol dan kekuasaan.





ATTRACTION, PASSION, LOVE AND REPRODUCTION (KETERTARIKAN, NAFSU, CINTA DAN REPRODUKSI)
·         Komponen biologis
-          Dilihat dari perspektif evolusi, tujuan dari perilaku seksual adalah untuk menghasilkan keturunan. Hal ini membantu bertahannya gen kita pada generasi yang akan datang.
-          Satu mekanisme yang berkembang untuk menjamin terbangunnya hubungan jangka panjang adalah cinta. 
-          Strategi wanita mencari pasangan untuk jangka panjang.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa biasanya wanita mencari pasangan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :
1.       Pria yang mempunyai kapasitas secara fisik untuk melindungi istri dan keturunannya.
2.       Pria yang mempunyai atau mau mengembangkan ketrampilan dalam mengasuh anak.
3.       Pria yang mempunyai prospek keuangan yang baik.
4.       Pria yang mau menginvestasikan sumber-sumber yang ia miliki.
5.       Pria yang mempunyai status sosial yang lebih tinggi.
6.       Pria yang lebih ambisius (mempunyai motivasi yang lebih besar untuk menghasilkan sumber-sumber kehidupan)
7.       Pria yang lebih tua (mempunyai kontrol, kekuasaan dan prestise)
-          Strategi pria mencari pasangan untuk jangka panjang
Hasil penelitian menyebutkan bahwa biasanya pria mencari pasangan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :
1.       Wanita yang subur (dapat menghasilkan banyak keturunan).
2.       Wanita muda yang menarik. Wanita yang muda biasanya sehat (mampu menghasilkan keturunan) dan mempunyai masa subur lebih lama.
3.       Wanita yang mempunyai kulit halus dan cantik, rambut indah, bibir indah, dll.

·         Komponen yang dipelajari
-          Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gairah meningkatkan ketertarikan pada lawan jenis yang menarik dan menurunkan ketertarikan pada lawan jenis yang tidak menarik.
-          Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya 40 % dari individu mempunyai pengalaman cinta dengan seseorang yang mendekati tipe idealnya. Dengan kata lain, jatuh cinta tergantung pada pada faktor lain diluar keinginan kita mencari seseorang yang sesuai.
-          Stenberg bependapat bahwa kita jatuh cinta atau tidak, sebagian besar berada dibawah kontrol kita. Hal ini berhubungan dengan cognitif set kita. Jika kita sudah mempersiapkan untuk jatuh cinta, maka kita akan jatuh cinta. ”love has not to be accidental, it can be planned”. “you fall in love through your actions, and you can stay in love through your actions”.
-          Jatuh cinta dapat membawa perubahan yang baik bagi individu. Jatuh cinta akan meningkatkan self-concept, self esteem, dan self efficacy.
-          Intimacy merupakan perasaan kedekatan, berhubungan dan keterikatan. Lebih merupakan aspek sosial dan psikologis cinta dibandingkan dengan aspek seks secara fisik.
-          Stenberg membedakan antara komitmen dan intimacy. Komitmen adalah suatu keputusan (merupakan aktivitas kognitif), sedangkan intimacy merupakan ketrampilan (merupakan sesuatu yang dipelajari).
-          Sexual Self-Schema berasal dari pengalaman kita dan wujudnya adalah kognisi seksual. Penelitian menunjukkan bahwa Self Schema berperan penting dalam attachmen yang romantis.

·         Komponen kognitif
-          Stenberg’s interaction model
1.       Hanya nafsu saja = infatuated love
2.       Hanya intimacy saja = liking
3.       Hanya komitmen saja = sterile love
4.       Nafsu + intimacy = romantic love
5.       Nafsu + komitmen = fatuous love
6.       Intimacy + komitmen = companionate love
7.       Intimacy + komitmen + nafsu = consummate love

PERBEDAAN BIOLOGIS ANTARA PRIA DAN WANITA
·         Pria dan wanita memiliki hormon seks yang sama, namun dengan jumlah yang berbeda. Hormon tersebut memainkan peranan yang penting dalam menentukan jenis kelamin pria atau wanita.
·         3 kategori utama dari hormon seksual : androgen, estrogen dan progestine.
-          yang mengatur perilaku seksual pada pria adalah hormon androgen, dimana yang paling utama adalah testosteron.
-          Yang mengatur perilaku seksual pada wanita adalah hormon estrogen (kebanyakan estrogen merupakan estradiol) dan progestine (kebanyakan progestine merupakan progesteron).
-          Pada pria, terdapat estrogen sebesar 2%-30% dari jumlah estrogen yang dimiliki oleh wanita.
-          Pada wanita, terdapat androgen sebesar 6%-30% dari jumlah androgen yang dimiliki oleh pria.
·         Hormon seks diproduksi oleh kelenjar adrenal dan gonad. Gonad pada pria adalah testis, dan gonad pada wanita adalah ovaries. Gonad pria sebagian besar memproduksi androgen, sedangkan gonad wanita sebagian besar memproduksi estrogen dan progestin.
·         Kelenjar pituary mengeluarkan 10 hormon yang bertindak dalam berbagai cara, misal : membangkitkan gairah, menghambat dan biasanya mengatur pola yang kompleks dalam menimbulkan dan menentukan respon seksual.
·         Banyak penelitian yang memfokuskan pada 2 hormon gonadotropic, yaitu FSH (follicle-stimulating hormon) dan LH (Luteinizing Hormone). FSH bertugas untuk merangsang kematangan kantung ovarian pada wanita dan merangsang produksi sperma pada pria. LH bertugas untuk merangsang ovulasi pada wanita dan merangsang produksi androgen oleh testes pada pria.
·         Androgen pada pria diproduksi secara terus-menerus. Ia akan meningkat pada awal masa remaja dan akan menurun secara bertahap pada masa tua. Sedangkan, hormon wanita diproduksi menurut siklus 28 hari yang berkaitan dengan produksi sel telur. Ovarium mempunyai 2 fungsi, yaitu dalam memproduksi sel telur dan hormon.
·         Hormon seksual dan fungsi intelektual
Pria dan wanita sebenarnya tidak mempunyai perbedaan pada fungsi intelektualnya, namun terdapat kemampuan spesifik yang dimiliki oleh pria dan wanita. Misalnya, pria lebih superior pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visual-spasial sedangkan wanita lebih superior pada kelancaran verbal.
·         Hormon seksual dan Bermain
Hormon seksual berperan pada perbedaan perilaku yang ditunjukkan oleh setiap orang. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pada saat didalam kandungan mendapat tingkat androgen yang tinggi akan menunjukkan perilaku yang tomboy.













Sexual Dismorphism in the Brain
Yang termasuk dismorphism diantaranya adalah :
·         Periode kritis dalam perbedaan seksual
·         Sexual dimorphism dan perbedaan individu
·         The Politics of Biological Difference

Orientasi Seksual
·          Komponen biologis
-          Sexual Dimorphism pada hypothalamus dan orientasi seksual pada pria
-          Twin Studies dan orientasi seksual pada pria
-          Twin Studies dan orientasi seksual pada wanita
-          Congenital Adrenal Hyperphasia (CAH) dan orientasi seksual pada wanita
-          DES-Affected Women dan Twin Studies dan orientasi seksual pada wanita
·         Komponen yang dipelajari
-          Psychoanalitic theory
-          Chance-Learning Hypothesis
-          The Kinsey Institute Study
-          Sex Assignment at Birth
-          Rearing Boys as girl and Core gender Identity
-          Status of the learning hypothesis
-          Learning and the expression of sexual orientation
·         Komponen kognitif
-          Cass’s Six Stages of Homosexuality
-          Partner Preferences of Gays and Lesbians
-          Sexual Plasticity in Humans





Tidak ada komentar:

Posting Komentar